Propolis

Propolis

Seperti yang sudah banyak orang tahu, lebah memproduksi salah satu zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan yaitu madu. Namun ternyata, zat yang berkhasiat tinggi bagi kesehatan yang dihasilkan oleh lebah bukan hanya madu. Lebah juga dapat menghasilkan propolis yang berdasarkan hasil penelitian, propolis ini memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait manfaat propolis, kamu bisa coba cek link https://review.bukalapak.com/hobbies/manfaat-propolis-untuk-tubuh-manusia-110270.

Propolis; Pengobatan dari Alam dengan Segudang Manfaat

Sejarah

Propolis

Ribuan tahu yang lalu, peradaban kuno telah menggunakan propolis sebagai bahan untuk pengobatan. Bangsa Yunani menggunakan propolis sebagai obat untuk menyembuhkan bengkak dan bisul, Bangsa Asirian menggunakan propolis untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi, sedangkan Bangsa Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi.

Kandungan yang terdapat dalam propolis sangat bervariasi tergantung dari habitat lebah dan dari jenis bunga yang diambil madunya oleh lebah tersebut. Sebagai contoh, propolis di Asia sangat mungkin tidak sama komposisinya dengan propolis di Eropa atau Australia. Oleh karena itu, peneliti belum dapat memberikan kesimpulan secara umum manfaat propolis bagi kesehatan.

Kandungan

Para peneliti telah mengidentifikasi terdapat lebih dari 300 senyawa biokimia di dalam propolis dan sebagian besar merupakan senyawa-senyawa flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu golongan senyawa polifenol yang dihasilkan oleh tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan, penangkap radikal bebas, serta antiinflamasi sehingga di dalam tubuh kita, Flavonoid dapat membantu tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit dan memperbaiki kerusakan sel-sel di dalam tubuh.

Obat penyembuh luka

Propolis

Salah satu senyawa Flavonoid yang terkandung di dalam propolis yakni Pinocembrin. Pinocembrin merupakan senyawa aktif yang memiliki aktivitas antijamur, antiinflamasi, dan antimikrobia sehingga propolis dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi. Propolis juga dapat mempercepat penyembuhan luka bakar dengan mempercepat produksi sel-sel baru. Beberapa kandungan senyawa di dalam propolis yang dapat mempercepat pembelahan sel di antaranya queretin, resveratrol, galangin, kaemferol, dan genistein yang memiliki aktivitas menghambat cyclin menghentikan siklus sel.

Baca Juga :  4 Film Hacker Terbaik yang Akan Membuat Kamu Tak Berkedip sampai Akhir Film

Obat herpes

Propolis

Salep dengan kandungan propolis sebesar 3% seperti Herstat dan Coldsore-FX dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi gejala penyakit herpes. Salah satu penelitian menguji propolis pada penderita herpes. Hasil didapatkan bahwa penderita herpes yang diolesi propolis 3 kali sehari lebih cepat sembuh dibandingkan dengan penderita yang tidak diolesi propolis. Selain itu, diketahui juga bahwa propolis dapat mencegah timbulnya herpes kembali.

Terapi kanker

Salah satu manfaat propolis bagi kesehatan yaitu propolis dapat berperan dalam melengkapi pengobatan kanker. Mengapa demikian? Setelah diuji, ternya propolis memiliki aktivitas menghambat pembelahan sel kanker, mengurangi jumlah calon sel kanker, dan menutup jalur komunikasi antar sel kanker. Falvonoid dalam propolis telah teruji dapat menghambat perkembangan dari kanker tenggorokan, kulit, esofagus, lambung, prostat dan mulut. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa propolis mengandung  Galangin, genistein, dan resveratrol yang memiliki aktivitas antiproliferasi pada sel kanker payudara.

Terapi diabetes

Senyawa flavonoid dalam propolis diketahui dapat mencegah naiknya kadar gula dalam serum darah. Salah satu senyawa flavonoid di dalam propolis yang berperan dalam terapi penyembuhan diabetes yaitu asam caffeoylquinic yang memiliki aktivitas menghambat enzim beta-glukosidase dan alfa-amilase. Pemberian ekstrak propolis pada tikus yang menderita diabetes telah teruji dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah tikus.

Amankah digunakan?

Propolis

Propolis aman untuk dikonsumsi dan dioleskan ke kulit. Hanya saja terdapat risiko alergi terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi terhadap lebah atau produk lebah. Hindari penggunaan propolis bagi wanita yang sedang hamil, penderita asma, penderita alergi, orang yang sedang pendarahan, dan pasien yang akan menjalani operasi.