bi checking 1

Bagi yang pernah mengajukan kredit, tentu sudah tak asing lagi dengan istilah BI checking. Jika kamu belum tahu apa itu bi checking, maka sederhananya bi checking adalah informasi debitur individual (IDI) yang memberikan catatan tentang lancar tidaknya sebuah pembayaran atau kolektibilitas seseorang.

BI checking dilalukan tiap ada pengajuan kredit ke bank. Baik itu Kartu Kredit, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ataupun Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) semua harus di cek terlebih dahulu. Untuk cara cek BI checking itu sendiri, biasanya pihak bank akan mengakses Sistem Informasi Debitur atau SID yang dimiliki Lembaga keuangan negara.

bi checking 1

Dalam SID tersebut, biasanya sudah terdapat identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana atau pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas. Sebagai informasi tambahan, semua informasi tersebut dapat diakses lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank, dalam 24 jam setiap harinya asalkan terdaftar sebagai anggota Biro Informasi Kredit.

Melalui SID ini, tiap bulannya para anggota Biro Informasi Kredit memberikan data debitur atau para pengambil kreditur ke Bank Indonesia. Semua data yang tersimpan dalam SID akan diolah saat ada permintaan pengajuan kredit dan akan melakukan bi checking. Data yang akan diberikan oleh BI nantinya adalah data olahan yang telah terkumpul tersebut.

Saat hasil olahan SID tersebut sudah terbit, maka bank atau penjamin kredit bisa mengambil langkah selanjutnya yakni apakah menerima ataupun menolak ajuan kredit dari pengguna. Biasanya, hasil olahan SID berupa skor kredit yang dihitung dari angka 1 hingga 5. Semakin kecil angka, maka semakin besar ajuan kreditmu akan diterima.

bi checking

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah pembagian kategori kredit berdasarkan skornya untuk hasil olahan bi checking:

  • Skor 1

Skor ini berjenis Kredit Lancar, yang artinya adalah debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.

  • Skor 2

Skor ini berjenis Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus. Untuk jenis ini, debitur memiliki artian tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari.

  • Skor 3

Skor ketiga ini diberikan jika pengguna melakukan Kredit Tidak Lancar. Dengan kata lain, debitur tercatat menunggak cicilan kredit yang lebih lama lagi yakni 91-120 hari.

  • Skor 4

Skor berikutnya adalah angka 4, dimana merupakan jenis Kredit Diragukan. Disini debitur tercatat pernah menunggak cicilan kredit hingga 121-180 hari.

  • Skor 5

Skor terakhir adalah berada di skor 5 atau Kredit Macet. Di jenis ini, debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari dan lansung mendapatkan black list oleh Bank Indonesia.

Dari urutan skor hasil bi checking tersebut, pihak bank biasanya akan menolak debitur yang skor bi checking nya berada di jenis skor 3, skor 4. Adapun untuk skor 5, bank akan langsung black list pengajuan kreditnya hal ini dikarenakan bank tidak mau mengambil resiko jika terjadi gagal cicil dan non performing loan (NPL). Dan untuk skor 2, pihak bank akan mengawasi dan memberikan pertimbangan tertentu hingga pengajuan kredit disetujui. Hal ini dikarenakan masih ada potensi NPL pada skor ini.

Bagaimana? Cukup ringkas bukan pengertian dari bi checking itu sendiri? Sederhananya, BI checking adalah prosedur pengecekan tentang kelayakan debitur untuk melakukan pengajuan kredit di bank.